ASA DI KAFE TEMPATKETIGA

Kata ketiga kdang berkonotasi negatif. Apa yang ada dibenak anda saat mendengar orang ketiga, pihak ketiga? Bagaimana jika tempat ketiga apakah memiliki konotasi negatif juga? 

Garut merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang memiliki julukan kota dodol karena makanan khas daerah ini yang terkenal. Tahun 2011 saya beserta keluarga pindah ke kota ini dan memulai kehidupan baru disini. Kota dengan temperatur yang menyejukkan dikelilingi gunung-gunung yang indah yaitu, gunung guntur, gunung cikuray dan gunung papandayan. Oleh karena itu selain mendapat julukan kota dodol garut pun terkenal dengan sebutan Swiss Van Java.  
Hobi yang saya geluti ngoprek komputer, membawa saya terlibat jauh dalam bidang Informasi Teknologi (IT) khususnya pada pemanfaatan IT dalam dunia pendidikan. Yang klimaksnya membawa saya di tahun 2012 dalam program Korea ICT Volunteers di Garut. 

Tahun 2014 merupakan tahun yang lebih melibatkan saya untuk membantu rekan-rekan pengajar dalam memanfaatkan IT untuk Pendidikan. Karena di tahun ini terbentuk komunitas pengajar yang diakui oleh perusahaan raksasa dibidang IT yaitu Google, yang disebut dengan Google Educator Group (GEG).

Susunan pengurus dalam GEG disebut Leader dan dibantu oleh CoLeader. Alhamdulillah saya terpilih sebagai Leader GEG Garut. Bersama rekan pak Nono Kartono (pengajar di SMK Ciledug) dan pak Irpan Maulana (pengajar di SMK Darussalam Tarogong Kaler) bahu membahu untuk terus meningkatkan kompetensi guru-guru di Garut untuk menguasai IT dan memanfaatkannya dalam pengajaran dengan menggunakan platform dari produk Google. Alhamdulillah jerih payah kami mendapat apresiasi dan mendapat peringkat 10 (sepuluh) besar se Asia Pasifik di tahun 2016.
Pada tahun ini juga GEG Garut berafiliansi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan membentuk kepengurusan daerah untuk Garut. 

Selanjutnya setiap workshop yang kami lakukan selalu dalam naungan organisasi IGI dan GEG Garut. Hampir setiap workshop yang kami lakukan menggunakan swadaya dan swadana tanpa bergantung dari APBD karenanya kami mencari tempat workshop yang gratis. 

Tempat yang biasa kami gunakan yaitu aula Telkom Garut yang beralamat di Jalan Pramuka No.32, Kabupaten Garut. Terima kasih kami ucapkan pada Telkom Garut yang sudah mensupport setiap kegiatan yang kami laksanakan. 

Seiring berjalannya waktu pasti sebuah pergerakan akan mengalami dinamika. GEG dan IGI Garut pun mengalami kevakuman pada tahun 2017 karena tidak banyak workshop/pelatihan yang dapat kami lakukan di tahun ini. 

Memasuki tahun 2018 kami mendapatkan rekan sebagai amunisi baru yang memiliki semangat tinggi dan berkeinginan sama dengan kami yaitu meningkatkan kompetensi rekan-rekan pengajar dalam menguasai IT dalam pembelajaran. Ibu Ita Octavia (guru PAI di SMPN 3 Tarogong Garut) memberikan semangat baru untuk pergerakan kami. 

Gebrakan baru IGI Garut lakukan dengan mengirimkan beberapa rekan pengajar untuk mengikuti Training Of Tutor (TOT) chanel pelatihan yang dilaksanakan pengurus wilayah IGI Jawa Barat. Dengan harapan besar nantinya alumni TOT ini dapat menularkan semangat dan ilmu yang didapat untuk kemajuan IGI Garut. 

Tapi harapan tinggal mimpi hasil TOT jauh dari keinginan yang ada. Para alumni TOT kembali sibuk dengan rutinitas yang ada sehingga kami pun sulit untuk menyatukan visi dan misi untuk menjalankan workshop IGI di Garut. Kembali hanya bu Ita Octavia, alumni TOT yang tetap bersemangat dan berkeinginan untuk tetap melaksanakan minimal 1 (satu) kanal pelatihan IGI di Garut. 

Alhamdulillah gayung bersambut pada tanggal 13 sampai dengan 14 Oktober 2018 kami berhasil melaksanakan kanal Menulis dengan Mulut Membaca dengan Telinga (MENEMUBALING). Dengan nara sumber Ibu Wulan Widianingsih dari IGI Kota Bogor. 

Untuk tempat pelaksanaan kegiatan ini kami tidak terlalu khawatir karena sudah biasa mendapat support dari Telkom Garut. Namun apa yang terjadi, tanggal 8 Oktober pihak Telkom menyatakan siap dan boleh memakai tempatnya tapi tanggal 9 Oktober membatalkan dan kami tidak boleh memakai tempat yang biasa kami gunakan. 

Kecewa yang sangat mendalam kami rasakan, seandainya saja dari awal pihak Telkom tidak mengijinkan mungkin tidak akan ada prasangka dan kecewa yang kami rasakan. Pembatalan yang mendadak ini tidak menyulutkan semangat panitia untuk tetap melaksanakan kegiatan positif ini. Dengan waktu yang semakin mendesak dan tempat yang belum kami dapatkan menjadikan tantangan tersendiri bagi tim. Alhamdulillah kami mendapatkan alternatif tempat kegiatan ini di sebuah kafe. 

Pemilik kafe Hj. Epi Zaenal yang merupakan orang asli Garut sangat antusias dalam membantu kemajuan Garut melalui kafe yang beliau. Yang unik dari kafe ini adalah namanya yaitu “TempatKetiga” inilah kata ketiga yang tidak berkonotasi negatif. Dengan managernya kang Dede memang kafe ini menyediakan satu lantainya untuk digunakan sebagai tempat serbaguna yang bias digunakan oleh siapa saja yang sifatnya membangun bagi masyarakat. 

Akhirnya kegiatan MENEMUBALING ini pun kami laksanakan di kafe “TempatKetiga”. Yang menjadi kebanggaan tim pelaksana yaitu hasil karya salah satu peserta dapat dimuat di surat kabar harian Radar Bogor. Terima kasih yang sebesarnya kami ucapkan kepada nara sumber dan Manajemen kafe “TempatKetiga” yang telah mensupport kegiatan ini. Semoga untuk kegiatan berikutnya kami IGI dan GEG Garut dapat menyelenggarakan yang lebih baik lagi. Aamiin

No comments:

Post a Comment